Sabtu, 20 November 2010

Firman itu adalah Allah

Firman itu adalah Allah

YOHANES 1:1 berbunyi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
Para penganut Tritunggal mengaku bahwa ini berarti “Firman itu” (Yunani, ho lo’gos) yang datang ke bumi sebagai Yesus Kristus adalah Allah Yang Mahakuasa sendiri.
Tetapi, perhatikan bahwa di sini pula ikatan kalimatnya memberikan dasar untuk pengertian yang benar. Ayat itu berbunyi “Firman itu bersama-sama dengan Allah.” (Cetak miring red.) Seseorang yang “bersama-sama” dengan pribadi lain tidak mungkin sama dengan pribadi yang lain itu. Sesuai dengan ini, Journal of Biblical Literature, dengan penyunting imam Yesuit Joseph A. Fitzmyer, mengomentari bahwa jika bagian akhir dari Yohanes 1:1 dianggap mengartikan Allah sendiri, hal ini “akan bertentangan dengan ungkapan sebelumnya,” yang mengatakan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah.
Perhatikan juga, bagaimana terjemahan-terjemahan lain menyatakan bagian dari ayat ini:
1808: “dan firman itu adalah suatu allah.” The New Testament in an Improved Version, Upon the Basis of Archbishop Newcome’s New Translation With a Corrected Text.
1864: “dan suatu allah firman itu.” The Emphatic Diaglott terjemahan baris demi baris, oleh Benyamin Wilson.
1928: “dan Firman itu adalah “suatu pribadi ilahi.” La Bible du Centenaire, L’Evangile selon Jean, oleh Maurice Goguel.
1935: “dan Firman itu ilahi.” The Bible -An American Translation, oleh J. M. P. Smith dan E. J. Goodspeed.
1946: “dan Firman itu memiliki sifat ilahi.” Das Neue Testament, oleh Ludwig Thimme.
1950: “dan Firman itu adalah suatu allah.” New World Translation of the Christian Greek Scriptures.
1958: “dan Firman itu adalah suatu Allah.” The New Testament oleh James L. Tomanek.
1975: “dan suatu allah (atau, memiliki sifat ilahi) Firman itu.” Das Evangelium nach Johannes, oleh Siegfried Schulz.
1978: “dan bersifat ilahi Logos itu.” Das Evangelium nach Johannes, oleh Johannes Schneider.
Dalam Yohanes 1:1 kata benda Yunani the-os’ (allah) muncul dua kali. Yang pertama memaksudkan Allah Yang Mahakuasa, dengan siapa Firman itu ada bersama-sama (“Firman itu [lo'gos] bersama-sama dengan Allah [bentuk dari the-os'"). The-os' yang pertama didahului oleh kata ton (bahasa Inggris, the), suatu bentuk kata sandang tertentu bahasa Yunani yang menunjuk kepada identitas yang pasti, dalam hal ini Allah Yang Mahakuasa ("Firman itu bersama-sama dengan Allah [bahasa Inggris, "(the) God"]“).
Sebaliknya, tidak ada kata sandang di depan kata the-os’ yang kedua dalam Yohanes 1:1. Jadi terjemahan yang aksara akan berbunyi, “Firman itu allah.” Namun kita telah melihat bahwa banyak terjemahan menyebutkan the-os’ (kata benda yang menjadi predikat) yang kedua ini sebagai “bersifat ilahi,” “seperti allah,” atau “suatu allah.” Dengan wewenang apa mereka melakukan ini?
Bahasa Yunani Koine (sehari-hari) mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, the), namun tidak memiliki kata sandang tidak tentu (bahasa Inggris, a atau an, atau suatu). Jadi bila sebuah kata benda yang menjadi predikat tidak didahului oleh kata sandang tertentu, bisa jadi ini tidak tentu, bergantung pada ikatan kalimatnya.
Journal of Biblical Literature berkata bahwa istilah-istilah “yang mempunyai predikat [tanpa kata sandang] yang mendahului kata kerja, terutama mengandunq arti kualitatif [menunjukkan sifat sesuatu].” Seperti dikatakan Journal, ini menunjukkan bahwa lo’gos bisa disamakan dengan suatu allah. Juga dikatakan tentang Yohanes 1:1: “Kekuatan kualitatif dari predikatnya begitu menonjol sehingga kata bendanya [the-os'l tidak dapat dianggap tertentu."
Jadi Yohanes 1:1 menonjolkan sifat dari Firman, bahwa ia "ilahi," "seperti allah," "suatu allah," namun bukan Allah Yang Mahakuasa. Ini selaras dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab, yang menunjukkan bahwa Yesus, yang di sini disebut "Firman" dalam peranannya sebagai Juru Bicara Allah, adalah suatu pribadi lebih rendah yang taat, diutus ke bumi oleh Atasan-Nya, Allah Yang Mahakuasa.
Ada banyak ayat-ayat Alkitab lain yang oleh hampir semua penerjemah secara konsisten disisipi kata sandang "suatu" (bahasa Inggris, a) pada waktu mereka menerjemahkan kalimat-kalimat Yunani yang mempunyai susunan yang sama ke dalam bahasa-bahasa lain. Sebagai contoh, dalam Markus 6:
49, ketika murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air, King James Version menyatakan: "Mereka mengira bahwa ini adalah suatu roh." Dalam bahasa Yunani Koine, tidak ada kata "suatu" di depan "roh." Namun hampir semua terjemahan dalam bahasa lain menambahkan kata "suatu" agar cocok dengan ikatan kalimatnya. Dengan cara yang sama, karena Yohanes 1:1 memperlihatkan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah, ia tidak mungkin adalah Allah melainkan "suatu allah," atau "ilahi."
Joseph Henry Thayer, seorang teolog dan sarjana yang ikut mengerjakan American Standard Version, menyatakan dengan sederhana: "Logos itu ilahi, bukan Pribadi ilahi tertinggi itu sendiri." Dan imam Yesuit John L. McKenzie menulis dalam karyanya Dictionary of the Bible: "Yoh 1:1 harus dengan saksama diterjemahkan ... 'firman itu suatu pribadi ilahi.'"
Melanggar Aturan?
TETAPI, ada yang mengatakan bahwa terjemahan-terjemahan seperti itu melanggar suatu aturan dalam tata bahasa Yunani Koine yang diterbitkan oleh sarjana bahasa Yunani E. C. Colwell pada tahun 1933. Ia menegaskan bahwa dalam bahasa Yunani sebuah kata benda yang menjadi predikat "mempunyai kata sandang [tertentu] bila kata itu sesudah kata kerja; [tetapi] tidak mempunyai kata sandang [tertentu] bila mendahului kata kerjanya.” Dengan ini ia maksudkan bahwa sebuah kata benda yang menjadi predikat yang mendahului kata kerjanya harus dimengerti seolah-olah mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, “the”) di depannya. Dalam Yohanes 1: 1 kata benda kedua (the-os’), predikatnya, sebelum kata kerjanya -”dan [the-os'] adalah Firman itu.” Jadi, kata Colwell, Yohanes 1:1 harus dibaca “dan Allah [bahasa Inggris, "(the) God"] adalah Firman itu.”
Namun pertimbangkan dua contoh yang terdapat dalam Yohanes 8:44. Di sana Yesus berkata tentang si Iblis: “Ia adalah pembunuh manusia” dan “ia adalah pendusta.” Sama seperti dalam Yohanes 1: 1, kata-kata benda yang menjadi predikat (“pembunuh manusia” dan “pendusta”) dalam bahasa Yunani mendahului kata kerja (“adalah”). Tidak ada kata sandang tidak tentu di depan masing-masing kata benda karena dalam bahasa Yunani Koine tidak ada kata sandang tidak tentu. Namun kebanyakan terjemahan menyisipkan kata “adalah” atau “adalah seorang” (bahasa Inggris, a) karena tata bahasa Yunani dan ikatan kalimatnya menuntut itu. -Lihat juga Markus 11:32; Yohanes 4:19; 6:70; 9:17; 10:1; 12:6.
Colwell harus mengakui ini sehubungan dengan kata benda yang menjadi predikatnya, karena ia berkata: “[Kata sandangnya] tidak tertentu ["suatu" atau "seorang"] dalam hal ini, hanya bila ikatan kalimatnya menuntut hal tersebut.” Jadi ia pun mengakui bahwa bila ikatan kalimat menuntut hal itu, para penerjemah dapat menyisipkan kata sandang tidak tentu di depan kata benda dalam susunan kalimat sejenis ini.
Apakah ikatan kalimatnya menuntut kata sandang tidak tentu dalam Yohanes 1: 1 ? Ya, karena bukti dari seluruh Alkitab menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa. Jadi, yang harus membimbing penerjemah dalam hal-hal seperti itu bukan peraturan tata bahasa dari Colwell yang meragukan, tetapi ikatan kalimatnya. Dan jelas dari banyak terjemahan-terjemahan yang menyisipkan kata sandang tidak tentu “suatu” dalam Yohanes 1:1 dan di ayat-ayat lain, bahwa banyak sarjana tidak menyetujui peraturan yang dibuat-buat seperti di atas, demikian juga Firman Allah.
1. Yesus menyatakan diri sebagai ‘Anak Allah’ atau menyatakan ‘Allah sebagai BapaNya.
dalam point diatas ada 2 kata yaitu anak allah dan bapa, tentu anak tidak sama dengan bapa… oke kita akan tinjau anak anak allah ini.
jika anak allaha adalah alasan untuk menuhankan yesus maka ini adalah sebuah ke maha naifan karena dalam alkitab banyak sekali orang yang lain yang disebut anak allah efraim juga anak Allah, israel juga anak allah, melkisedek juga anak allah dan bahkan melkisedek ini lebih hebat dari yesus
ibrani 7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
melkisedek si anak allah tidak berayah ibu, tidak bersilsilah, tiak berawal dan berakhir. sedangkan yesus adalah beribu, yesus adalah awal dan akhir, yesus punya silsilah. jadi melksedeek lebih pantas disebut tuhan jika anak allah adalah alasannya.
2. sangat banyak ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah.
dan postingan ayat pendukung yanga anda sebut bukanlah perkataan yesus sendiri tapi perkataan orang lain. misal saya mengatakan anda (maaf) bung suka bertanya adalah bencong atau waria apakah anda setuju dengan ini, tentu tidak karena anda sadar bahwa anda bukan bencong atau waria.
begitu juga yesus ia bukan tuhan dan akan menghakimi kalain di kedatangan nya yang kedua nanti, dalam injil matius 7 :21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
orang kristen masuk dianggap pembuat kejahatan oleh yesus jadi menurut ayat diatas orang kristen yang menuhankan yesus tidak akan masuk surga…. orang yang menuhankan yesus akan masuk neraka.
dan jangan kan disebut tuhan disebut guru yang baik saja yesus mengkoreksi
11. Markus 10:17-19
Markus 10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalananNya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapanNya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Seorang pemuda dengan lari tergopoh-gopoh dan nampaknya sangat ingin mengetahui kebenaran, karena dia telah bela-belain bercapek-capek untuk menemui Yesus. Hanya untuk bertanya kepadanya, apa yang harus dia lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal? Sang pemuda itu memanggil Yesus dengan sebutan guru “yang baik”.
kemudian…
[10:18] Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
Sebelum menjawab pertanyaan orang tersebut, Yesus lebih dulu mengoreksi kata-kata orang tersebut bahwa YESUS ITU BUKANLAH ORANG BAIK. Yang baik itu HANYA SATU (Baca kisah yang sama dalam Kitab Matius 19:17: Jawab Yesus: “…Hanya Satu yang baik…”) yaitu ALLAH (Markus 10:18 diatas). Sangat jelas disini Yesus dikatakan sebagai orang baik saja tidak mau, tentu apalagi kalau dia dikatakan sebagai Tuhan? Secara tersirat dan tersurat jelas, bahwa Yesus mengakui hanya satu yang baik atau hanya satu Tuhan yang ada yaitu Allah.
lanjut yesus menjelaskan
[10:19] Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah. Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!”
Kemudian barulah Yesus memberitahukan jawaban bagaimana cara untuk memperoleh hidup yang kekal itu yaitu perintah-perintah lama yang sudah dikenal sejak jaman dahulu (;Kitab Taurat atau Perjanjian Lama), namun yang pertama-tama Yesus katakan adalah (kisah yang sama dalam Kitab Matius):
[Matius 19:17] … turutilah segala perintah Allah.”
Kembali kepada Markus 10:19, Yesus tidak ragu lagi untuk menyatakan bahwa pemuda itu tentu mengetahui segala perintah Allah itu, yang sudah pasti dikenal pemuda itu sejak lama (tidak ada perintah baru!). Kemudian Yesus menjabarkan perintah-perintah Taurat itu, seperti jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri dan sebagainya.
Yang menarik, kalau memang cara untuk memperoleh hidup yang kekal itu adalah harus mengakui, menerima dan menyembah Yesus Kristus dan Roh Kudus sebagai Tuhan (juga bersama Allah), mengapa tidak Yesus katakan saja demikian kepada orang itu? Kalau perintah menyembah Allah saja kan memang sudah jelas diketahui oleh pemuda itu karena itu adalah perintah Allah sejak lama, maka tidaklah perlu Yesus menyinggung-nyinggung lagi. Melainkan kalau ada “perintah baru”, yang mana tidak disebutkan dalam Kitab Taurat, yaitu bahwa ternyata Yesus dan Roh Kudus itu adalah Tuhan juga, juga harusnya Yesus beritahukan kepada orang tersebut.
Pertanyaan saya, apakah Yesus sengaja membohongi pemuda yang sungguh-sungguh ingin bertanya itu? Kasihan sekali pemuda itu kalau ternyata rahasia untuk memperoleh hidup yang kekal itu adalah menyembah Yesus sebagai Tuhan, namun dari mulut Yesus sendiri kata-kata tersebut tak pernah dia keluarkan dari mulutnya, walaupun ketika sedang ditanyai secara langsung berhadapan muka dengan muka!
Kalau ternyata cara untuk memperoleh hidup yang kekal adalah kita harus menyembah Yesus sebagai Tuhan, berarti Yesus TELAH MEMBOHONGI, tapi saya tidak setuju jika yesus berbohong pada pemuda itu! Karena Yesus sama sekali tidak mengatakan demikian ketika sang pemuda menanyakannya.
Namun kalau Yesus tidak berbohong dalam ayat Markus 10:17-19 diatas, berarti selama ini umat Kristen yang mendogmakan Trinitas (dogma ciptaan Paulus) telah melakukan sesuatu kesesatan yang tidak pernah diperintahkan oleh Yesus sendiri, yaitu kalian menyembah Yesus dan Roh Kudus sebagai Tuhan!
Sumber : Disini

0 komentar:

Posting Komentar